Kamis, 14 Desember 2017 |
| |
»Selamat Datang di dprd-lebakkab.go.id | Situs Resmi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lebak
Beranda Hari ini! » Berita » Detail » Diduga Ganggu KBM Sekolah, Pabrik Triplek Ditinjau Komisi III

MENU PINTAS

AGENDA SETWAN

Serba - Serbi

Diduga Ganggu KBM Sekolah, Pabrik Triplek Ditinjau Komisi III

Selasa, 29 Maret 2016 09:01:04 wib Dibaca: 462 Pengunjung

 

          Komisi III DPRD Kab. Lebak meninjau langsung PT. Parako Ekalestari (Pabrik Triplek) yanhg sudah dianggap menggangu Kegiatan Belajar Menagajar (KBM)  siswa-siswi SDN 2 dan 3 Mekarsari , Kecamatan Rangkasbitung,

Dalam Kunjungannya,Dewan merekomendasikan untuk sementara waktu PT. Parako Ekalestari yang berada di jalan Rangkasbitung – Cikande tersebut dihentikan kegiatan produksinya untuk sementara.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kab. Lebak Iip0 Makmur mengatakan, Hasil sidak yang dilakukan ke pabrik dan sekolah, secara kasatmata perusahaan yang memproduksi bahan baku triplek ini dalam pengolahaan limbah jauh dari standar yang ditentukan , sehingga wajar apabila Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SDN 2 dan 3 yang bangunannya langsung dengan pabrik terganggu bahkan sudah mengancam kesehatan siswa dan para Guru.

“Kita akan segera melakukan rapat gabungan antar komisi terkait pencemaran lingkungan yang sudah menggangu KBM dan membahayakan kesehatan Warga Sekitar “, ujar Iip Makmur.

Ucuy Anggota Komisi III Lainnya menyatakan , pihak perusahaan juga tidak dapat menunjukan dokumen perizinan secara lengkap, walaupun secara lisan mereka mengakui telah mengantongi ijin dari BMMPT Lebak.

“Proses Perizininan yang ditempuh pihak perusahaan, kami melihat tidak melalui prosedur yang benar, karena sejumlah warga saat ditanya mereka merasa tidak pernah menandatangani ijin lingkungan yang disodorkan pihak perusahaan,” kata Ucuy.

Maka dari itu lanjutnya, untuk mencegah timbulnya penyakit ispa pada warga sekolah yang langsung merasakan ampaknya, Komisi III telah sepakat untuk merekomendasikan agar pabrik tersebut ditutup untuk sementara waktu sebelum perusahaan tersebut memperbaiki amdal dan fasilitas pabrik yang menyebabkan pencemaran.

“Setelah melakukan Rapat gabungan antar komisi, kita juga akan secepatnya memanggil pihak desa BLH dan BMPPT sebagai SKPD yang telah mengeluarkan Ijinnya”, Terangnya.

 

(Fadilah) .

LAINNYA

Selasa, 29 Maret 2016 10:27:02

Kebun Teh Cibeber Wajah “Puncak” di Lebak

Senin, 28 Maret 2016 11:48:01

Dukung Gerakan Kecamatan Bersholawat

Senin, 28 Maret 2016 11:41:41

Sosialisasikan UlangPerbup Larangan Merokok

Senin, 28 Maret 2016 11:34:09

Batasi Pertumbuhan Waralaba

Senin, 28 Maret 2016 11:26:18

Lebak Harus Bersih Dari Paham Radikal

Top