PETUGAS RAZIA DIMINTA BERIKAN TEGURAN KERAS BAGI SOPIR NAKAL

Berita Dewan

Komisi IV Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten lebak, mengapresiasi petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Polres lebak, dan Denpom mengelar razia terhadap kendaraan truk angkutan pasir basah, serta bermuatan melebihi kapasitas bak, di sejumlah jalan di lebak. Hasilnya, puluhan kenda raan diberikan sanksi tilang. Karena, ditemu kan sopir yang nakal alias tidak mematuhi aturan, maka petugas untuk memberikan teguran yang lebih keras agar para sopir jera.

Ketua Komisi IV DPRD Lebak Iyang SP mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah tegas petugas menindak para sopir truk yang membandel.”Sebagai rasa efek jera saya apresiasi hal itu (tilang-red). Namun demikian, tidak dipungkiri bahwa para sopir tersebut kerap membandel, maka berikan sanksi yang lebih keras agar para sopir tersebut jera,” ujarnya.

Untuk mengantisipasinya selain diberikan tilang harus ada upaya kontinu sosialisasi langsung kepada pengusahanya. Karena, dengan di galakannya sosialisasi dipastikan mereka dapat mematuhi aturan yang diterapkan oleh pemerintah.”Kita ketahui dengan muatan yang melebihi kapasitas bak, maupun overtonasi itu dampaknya cukup buruk mulai dari merusak jalan, serta membahayakan keselamatan sopir dan pengguna jalan lainnya,” kata Iyang. Kabupaten Lebak, saat ini belum memiliki alat timbangan untuk mengukur berat muatan yang dibawa para kendaraan truk baik itu barang maupun pasir.

Maka, dalam hal ini DPRD Lebak mendorong Pemerintah untuk segera mengambil solusi agar hal itu bisa terakomodir. ”Kita akan dorong pemerintah terkait alat timbangan, untuk mengetahui truk yang bermuatan melebihi notase,” tandasnya. Razia yang digelar dibeberapa ruas jalan diantaranya di Jalan Raya Rangkasbitung-Cipanas, Rangkasbitung-Citeras, serta Rangkasbitung Cimarga, digelar selama tiga hari dari tanggal 4 sampai tanggal 6 Desember 2019 tersebut berhasil menjaring puluhan kendaraan yang melanggar aturan. Petugas pun langsung memberikan sanksi teguran berupa tilang kepada para sopir yang membandel.”Sanksinya kita berikan
tilang kepada kendaraan truk yang memuat barang melebihi kapasitas bak sesuai aturan yang ada di LLAJ,” kata Plt Kepala Dishub Lebak Dartim. Selain melebihi kapasitas bak, kata Dartim sanksi tilang juga diberikan kepada kendaraan yang masa KIR nya habis alias belum diperpanjang.

Sebab, hal itu perlu dilakukan agar para pemilik kendaran atau perusahan bisa segera memperpanjang KIR tersebut.”Ini salahsatu (tilangred) kita libatkan kepolisian untuk memberikan efek jera kepada para sopir baik yang membawa muatan melebihi kapasitas bak, sedangkan KIR itu ada di Dishub,” ujarnya. Namun demikian, Dishub belum bisa menyatakan walaupun kendaraan tersebut melebih kapasitas bak disebut overtonase. Karena untuk mengetahui bahwa kendaraan tersebut overtonase atau tidak butuh alat timbangan.”Di Lebak belum ada, jadi kami belum bisa menyatakan bahwa kendaraan tersebut bermuatan overtonase,” terangnya. Saat disinggung, upaya lain dari Dishub agar para sopir tidak lagi membawa bermuatan melebihi kapasitas bak atau KIR nya mati, Dartim yang kini masih menjabat Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak menegaskan, bahwa terus dilakukan sosialisasi. ”Baik Dishub maupun Satpol PP selalu melakukan sosialisasi kepada para sopir maupun pengusaha tambang pasir agar mematuhi aturan yang ada,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *