OMSET PEDAGANG PASAR RANGKASBITUNG ANJLOK

Berita Dewan Uncategorized

 Akibat sepinya konsumen yang enggan keluar rumah akibat khawatir terhadap penularan virus corona (Covid-19), ternyata sangat berdampak besar bagi para pedagang di Pasar Rangkasbitung.Bahkan, hingga kini jumlah konsumen yang berkunjung ke pasar tersebut semakin merosot, sehingga omset para pedagangnyapun turun drastic. Ahmad Yasin, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Rangkasbitung mengungkapkan, sejak satu pekan belakangan ini, jumlah pengunjung ke Pasar Rangkasvbitung sepi, sehingga pendapatan dari hasil penjualannyapun turun hingga 50 persen. “Hari inipun, pengunjung dirasakan lebih sepi, sehingga mungkin saja sampai sore nanti, hasil penjualan di lapak sayuran saya akan lebih berkurang hingga 60 persen,”ungkap Yasin, kemarin.

Hendra, pemilik toko ikan asin di Pasar Rangkasbitung mengatakan hal senada. Kata dia, sejak jumlah pengunjung semakin berkurang, maka hasil penjualan ikan asinnya pun semakin berkurang. Bahkan, bila dirata-ratakan perharinya, omset dari hasil penjualan ditokonya, berkurang hingga 50 persen. “sejak ramai wabah virus corona, pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran agar masyarakat agar tidak keluar rumah bila tidak terlalu penting. Makanya saat ini, pengunjung atau konsumen di Pasar Rangkasbitung turut sepi, yang dampaknya sangat kami rasakan sebagai pedagang,”ujar Hendra. Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Dedi Setiawan membenarkan, bila jumlah pengunjung Pasar Rangkasbitung maupun pemgunjung di pasar-pasar tradisional lainnya di Lebak, semakin menurun.

Akibat kondisi tersebut, maka wajar bila penghasilan atau omset para pedagang dimasing-masing pasar tersebut mengalami penurunan. “Saat kondisi wabah virus corona semakin merebak di daerah lain, maka di Lebak pun sangat merasakan imbasnya. Salah satunya aktifitas jual beli pasar-pasar tradisional, kinipun mengalami kelesuan,” terang Dedi. Terpisah, Wakil Ketua III DPRD Lebak, Nana Sumarna mengatakan, tentu hal yang wajar bila semua pusat keramaian dimanapun sepi pengunjung, mengingat sutuasi dan kondisi saat ini, penyebaran virus corona sedang dikhawatirkan masyarakat. Begitu pula Pasar Rangkasbitung, tentu jumlah pengunjungnya akan berkurang, sehingga dampaknya sangat dirasakan oleh para pedagang. “Mudah-mudahan kondisi ini cepat berlalu, sehingga aktifitas semua lapisan masyarakat kembali normal seperti sediakala,”harap Nana Sumarna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *