PULUHAN ANGGOTA DPRD LEBAK DI RAPID TEST

Berita Dewan Uncategorized

Puluhan anggota DPRD Lebak menjalani Rapid Test yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak di Kantor dewan setempat, Senin (8/6). Selain, para wakil rakyat, tes juga dilakukan terhadap staff dan petugas keamanan guna memutus mata rantai penyeberan covid-19. Upaya pencegahan dalam memutus mata rantau virus dari negeri Tirai Bambu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, terus melakukan langkah – langkah persuasif salahsatunya dengan menggelar rapid test.

Para wakil rakyat, menjadi sasaran untuk memastikan tidak adanya yang terjangkit maka dilakukan rapid test. Sekretaris DPRD Lebak Fin Rian mengatakan, terdapat 50 orang yang mengikuti rapid test. Test tersebut tidak hanya menyasar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saja, namun juga menyasar staff dan juga petugas keamanan yang berada dilingkup DPRD Lebak. ”Ini permintaan langsung dari anggota dewan untuk menjalani rapid test, selain untuk mengetahui terjangkit atau tidaknya, rapid test ini juga untuk Kebutuhan dewan salahsatunya surat keterangan bebas covid untuk kunjungan kerja (Kunker) nanti, “ kata Fin Rian wartawan, kemarin. Kunker sendiri, kata Fin Rian akan tetap dilakukan oleh anggota DPRD Lebak namun hanya di Kabupaten Lebak, tidak ke luar daerah. “Kunker tetap ada, tapi hanya di Lebak. Untuk keluar daerah belum ada jadwal. Karena masih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), “ujarnya.

Ketua DPRD Lebak Dindin Nurohmat menambahkan, sebagai langkah antisipasi penting rasanya para wakil rakyat untuk menjalani tapid test. Sebab, para wakil rakyat beberapa hari terakhir banyak kontak dengan masyarakat mulai dari reses maupun beberapa hari lalu menemeria ratusan Apdesi dalam rangka audiensi. “Semuanya di rapid test, hasilnya sejauh ini masih non reaktif. Kepada para anggota dewan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan diantaranya menggunakan masker dan jaga jarak,” ujar Dindin. Dindin menghimbau kepada para wakil rakyat serta seluruh elemen masyarakat walaupun saat ini masuk masa transisi PSBB tetap harus menerepakan pencegahan covid dengan mengggunakan masker, mencuci tangan dan jaga jarak. ”Dengan meningkatkan pola hidup sehat, virus dari Cina itu bisa di cegah penyebarannya. Semoga kasus covid di Lebak bisa ditekan,” tandasnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Dinkes Lebak Agus Darsono mengatakan, dalam rafid test tersebut pihaknya menyiapkan 80 unit rapid test. Katanya, dari 50 orang mengikuti Rapid, semua dinyatakan non reaktif.”Ada 50 orang, hasilnya semua non reaktif,” kata singkatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *