116 WARGA LEBAK, MENINGGAL AKIBAT HIV/AIDS

Berita Dewan Uncategorized

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lebak terus mengalami peningkatan. berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, sejak 2000 hingga per April 2020, total orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Lebak, sebanyak 275 orang. Dari jumlah tersebut (275-red), 116 diantaranya telah meninggal dunia.

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular pada Dinkes Lebak, Leni Farida mengatakan, untuk 2020, tepatnya mulai Januari hingga April, sudah 25 orang yang dinyataka ODHA. Namun dari 25 ODHA tersebut, hingga saat ini septerus diawasi, serta diperintahkan rutin untuk mengecek kesehatannya di Klinik Seroja pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Adjodarmo, Rangkasbitung. “Selain yang 25 ODHA, kamipun terus melakukan pemantauan serta mengajak ODHA yang positif sejak 2000 lalu, untuk rutin melakukan pengecekan kesehatannya ke Klinik Seroja,”ujar Leni, kemarin.

Ditambahkannya, kasus HIV/ AIDS tersebut akan terus bertambah, bila prilaku masyarakat masih tetap melakukan hal-hal yang beresiko tertular. Namun,angkanya mampu ditekan, bila masyarakat tidak melakukan hal yang beresiko tertular, seperti tidak melakukan sek bebas, serta tidak ganti-ganti pasangan. “Mudah-mudahan saja, angka ODHA yang semakin meningkat ini, bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang beresiko terkena penularannya,”harapnya. Kepala Dinkes Lebak, Triatno Supiono mengatakan, hampir setiap tahun, kasus ODHA selalu muncul, sehingga dikhawatirkan penularannya akan semakin meluas. Namun, agar kekhawatiran tersebut tidak terjadi, maka pihaknya bersama berbagai elemen masyarakat terus berupaya untuk memberikan pemahaman untuk pencegahannya. “Mudahmudahan, tahun ini yang hanya 25 kasus ODHA, tidak bertambah lagi, sehingga Lebak tidak akan mengalami peningkatan angkanya,”harap Triatno. Acep Dimyati,

Politisi PKB DPRD Lebak mengatakan, kasus ODHA di Lebak diakuinya sangat mengkahawtirkan. Untuk itu, agar tidak semakin meluas, dirinya berharap semua pihak harus turut melakukan penekanannya. “Dalam upaya penekanan angka kasus ODHA di Lebak, jangan sampai terlalu mengandalkan pemerintah, makanya semua pihak kami harapkan untuk bergerak dan selalu perduli untuk turut melakukan penekanannya,”harap Acep Dimyati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *