VOLUME SAMPAH DI PASAR TRADISIONAL KEMBALI NORMAL

Berita Dewan Uncategorized

Volume sampah di Pasar Tradisional Rangkasbitung, yang sempat mengalami kenaikan selama puasa ramadhan hingga lebaran diul fitri, kini kembali normal. Berdasarkan data yang diterima Majalah DPRD Lebak dari Dinas Lingkungan Hidup Lebak, volume sampah di Pasar Tradisional Rangkasbitung selama puasa ramadhan hingga Idul Fitri mencapai 12 ton perhari. Sedangkan pasca idul fitri, vilumenya kembali turun ke angka normal, yaitu hanya sebanyak enam ton perhari.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup Lebak, Iwan Sutikno kepada Banten Raya mengatakan, bila keberadaan sampah selama satu tahun tersebut, biasanya selalu mengalami peningkatan pada bulan ramadhan hingga idul fitri. Namun, setelahmelewati diul fitri, maka kondisi sampah akan stabil kembali keangka enam ton perharinya. “Selama bulan paisa hingga idul fitri, maka untuk mengangkut sampah di Pasar Tradisional bila mencapai empat kali. Sedangkan dihari-hari biasa, maka untuk mengangkut sampah di pasar cukup dua kali,”ujar Iwan, belum lama ini. Ditambahkannya, selama pandemic corona (covid-19), rmada untuk angkutan sampah tetap normal. Begitu pula pegawai yang berkaitan dengan penanganan sampah, tidak menggunakan sistem piket, alias harus tetap masuk kerja seperti biasa. “Khusus untuk penanganan sampah, harus ekstra ketat. Soalnya, terlambat mengangkutnya saja akan menganggu kenyamanan masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lebak, Nana Sunjana mengatakan, angka volume sampah yang kembali mencapai enam ton perhari, itu merupakan angka normal. Namun, bila sudah melebihi enam ton, maka mengalami peningkatan yang penangangannya harus ekstra cepat. “Untuk pembuangannya, tetap dilakukan di tamat pembuangan sampah akhir (TPA) Dengung, Kecamatan Maja,”terang Nana.

Wakil Ketua DPRD Lebak, Nana Sumarna mengatakan, sampah merupakan peroalan yang pelik. Oleh karena itu, sekalipun volumenya turun, tetap saja harus menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup harus terus memperketat petugas sampahnya agar tidak hanya dilingkungan Pasar Tradisional Rangkasbitung yang bersih dari sampah, tetapi dilingkungan perumahan dan perkantoranpun harus terjaga kebersihannya. “Sudah dipastikan setiap setelah lebaran idul fitri volume sampah akan mengalami penurunan. Namun, bila penurunan tersebut tidak diperhatiaj serius, tetap saja lingkungan akan menjadi kotor dan kumuh,”kata Nana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *