Rp 18,5 Miliar Untuk Rehab Puluhan SD

Berita Dewan

Sebanyak 40 gedung sekolah dasar (SD) yang kondisnya memprihatinkan diseluruh kecamatan di lebak, tahuh ini akan direhab pihak Dinas Pendidikan (Dindik) kabupaten lebak

Sedangkan anggaran yang akan digunakan untuk rehab puluhan gedung SD tersebut, sebesar Rp 18.578.610.000 dari dana alokasi khusus 2021.Sekretaris Dindik Lebak, Abdul malik, membenarkan sebanyak 40 SD yang tersebar di Lebak, tahun ini akan direhab dengan anggaran yang bersumber dari DAK. Namun untuk tahun ini, nilainya jauh lebih besar dari tahun 2020, karena ditahun tersebut, Dindik hanya merehab dua SD, yaitu SD Neg-eri 1 Pasandingan, Kecamatan Cileles merehab empat ruang kelas dengan anggaran Rp 280 juta, serta merehab satu ruang kelas di SDN 2 Karangnunggal, Kecamatan Cirinten dengan nilai Rp 85 juta.“Ditahun ini, jumlah SD yang akan direhab, jauh lebih banyak, yaitu hingga 40 SD, sehingga anggarannya mencapai Rp 18,5 miliar,”ujar malik, kemarin.Ketika ditanya, kapan pelaksanaan rehabnya, menurut malik sekitar mei atau Juli, karwna hingga saat ini, proyek tersebut masih dalam proses lelang terh-adap rekanan. Berbeda dengan rehab terhadap dua SD ditahun sebelumnya, dipercayakan kepada pihak komite sekolah, sehingga pelaksanaanya tidak menunggu proses lelang.“mudah-mudahan, proses lelangnya berjalan cepat agar pelaksanaan rehab dipuluhan SD tersebutpun bisa cepat pula,”harap malik.Terpisah, Kepala Bidang SD pada Dindik Lebak, maman Suryaman mengatakan, 40 SD yang akan mendapatkan pen-anganan rehab, merupakan SD yang telah diusulkan sejak tahun sebelumnya (2020-red). “Kondisi 40 SD tersebut, kondisinya sudah sangat mem-prihatinkan, sehingga oleh Dindik Lebak harus tahun ini mendapatkan program rehabnya,”terang maman.Wakil Ketua DPRD Lebak, Nana Sumarna mengatakan, penanganan gedung SD yang kondisinya sudah tidak repre-sentatif, merupakan hal yang positif. Oleh karena, agar di Lebak tidak ada lagi gedung SD yang tidak nyaman untuk dijadikan tempat belajar men-gajar, maka tiap tahun pihak Dindik harus rutin mengecek ke lapangan.“Khususnya untuk gedung SD yang berada diwilayah pelosok harus turut mendapatkan perhatian, karena bukan tidak mungkin SD dipelosok justru kurang terpantau,”kata Nana Sumarna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *