Komisi IV Akan PanggiL DPUPR, Terkait Jembatan Suakan Gagal Bangun

Berita Dewan

DPRD Kabupaten Lebak akan segera memanggil Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang ( PUPR) setempat guna meminta penjelasan dan pertanggung jawaban atas gagal bangun dalam proyek pembangunan jembatan gantung permanen di Desa Suakan, kecamatan bayah.

Dengan anggaran pantastis yang mencapai Rp 3 miliar lebih yang dibangun oleh PT Batu Indah Langgeng (BIL).Ketua Komisi IV DPRD Lebak, Rully Sugiharto mengatakan, sebelum melakukan pemanggilan, dia bersama anggota komisi IV lainnya terlebih dahulu akan melakukan kroscek ke lapangan, guna melihat kondisi jembatan terkini sambil meminta keterangan yang pasti dan akurat dari warga dan desa setempat.“Iya kita jadwalkan akan turun ke lapangan dulu, agar kita mengantongi informasi yang akurat sebelum memanggil dinas terkait,” kata Rully Sugiharto, di ruang komisi. komisi IV akan Panggil DPUPR terkait Jembatan Suakan gagal bangun dengan anggaran pantastis yang mencapai Rp 3 miliar lebih yang dibangun oleh PT Batu Indah Langgeng (BIL).Ketua Komisi IV DPRD Lebak, Rully Sugiharto mengatakan, sebelum melakukan pemanggilan, dia bersama anggota komisi IV lainnya terlebih dahulu akan melakukan kroscek ke lapangan, guna melihat kondisi jembatan terkini sambil meminta keterangan yang pasti dan akurat dari warga dan desa setempat.“Iya kita jadwalkan akan tu-run ke lapangan dulu, agar kita mengantongi informasi yang akurat sebelum memanggil dinas terkait,” kata Rully Sugi-harto, di ruang komisi.menurutnya, jika memang ditemukan ada kesalahan tehknis dalam pembangunannya, apalagi masa kontrak sudah habis dan lewat tahun anggaran bahkan telah diberikan masa adendum masih tidak beres. Tindakan yang dilakukan bukan hanya sekedar memblaclist perusahaan tersebut, melainkan harus dilakukan penegakan hukumnya.“Kenapa harus ada penegakan hukum, karena indikasi korupsi dengan pekerjaan yang tidak sesuai spek sangat kuat,” ungkapnya.Kelalaian ini kata Rully, bukan hanya dilakukan kontraktor juga dinas terkait yang kurang epektif dalam pengawasannya. Karena, jika dilakukan pengawasan yang baik dari awal, hal ini tidak akan terjadi.“Kalau sudah begini kan yang menjadi korban masyarakat juga, karena seharusnya mereka sudah menikmati jembatan yang sudah didambakan sejak lama, ini malah bermasalah,” terang Rully.Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak mem-blacklist kontraktor PT Batu Indah Langgeng (BIL) karena gagal bangun proyek jembatan gantung permanen di Desa Suwakan, Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak pada, bahkan nyaris roboh pada minggu lalu.Jembatan gantung yang gagal bangun tersebut memiliki panjang 66 meter dan lebar 1,7 meter yang menghubungkan antar Kampung Suwakan, Desa Suwakan dengan Kampung Ramadi, Desa Cimancak, Kecamatan Bayah dengan nilai proyek sekitar Rp 3 miliar lebih dari APBD Lebak tahun 2020.“Berdasarkan kontrak, harusnya sudah selesai Desember 2020 namun tidak beres. Terus adendum, diberikan tambahan waktu selama 50 hari untuk menyelesaikannya,” kata Hamdan Soleh Kabid Bina marga Dinas PUPR Lebak.menurut Hamdan, tambahan waktu 50 hari tersebut dinilai tidak dimanfaatkan dengan baik oleh PT BIL Proyek pem-bangunan jembatan belum juga diselesaikan. Fadilah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *