Dewan Minta Pedagang Dadakan Harus Ditata Pemkab

Uncategorized

Lonjakan Pedagang kaki lima dadakan pagi-pagi di Pasar Rangkasbitung semakin menjamur,akibat dari dampak penularan virus corona yang melanda daerah.

Para pedagang dadakan pagi2 itu bersal dari dampak Covid-19 yang terkena pemutusan hubungan kerja, ada pula dari para petani sayuran yang menjual sendiri ke pasar milik pemerintah ini.“Seharurnya Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak jauh-jauh hari sudah memprediksi hal ini,dan mempersiapkan sarana tempat berjualan bagi warganya yang terkena dampak covid.Serta Pemkab memberikan bantuan moral bagi pedagang dadakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,dan juga memberikan kemudahan para pedagang dalam mendapatkan modal,”kata Anggota Legislatif Lebak dari Komisi II Asep Nuh dari Partai Persatuan Pembangunan.Ia menambahkan, para pedagang kaki lima dadakan yang berjualan di sepanjang jalan Kaijaga dan Tirtayasa atau dike-nal dengan pasar subuh, harus ditata agar bisa terhindar dari pengebaran pengakit virus corona.Agar tidak terjadi mengebaran virus secara masif,karena Kabupaten Lebak mengalami lonjakan penyebaran sangat signifikan. “Keberadaan PKL sangat berdampak positif dari sisi ekonomi dan pengentasan pengangguran,jangan salahkan lonjakan PKL di Rangkasbitung tapi pemerintah tidak menyediakan sarananya. Kalau terjadi penumpukan pedangang dan pembeli, tingal pihak terkait mengatur aturan jaga jarak yang diatur pemerintah melalui satpol PP,” ungkap Asep.Sementara itu, wardah salah seorang pedagang kaki lima dadakan mengatakan, pihaknya asal bisa berda-gang di pasar subuh untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,dikarenakan suaminya sudah tak bekerja lagi di Tanggerang,jadi pilihan berdagang inilah yang bisa menutupi kebutuhan. Karena ini urusan penghidupan dan bertahan hidup,hanya untuk men-gambung hudup dulu sambil menunggu berakir pengebaran Virus Corona. “walau ada sisi pelanggaran hukum dengan penggunaan badan jalan dan keluhan kemacetan, namun tak ada lagi pilihan lain buat kami yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja karena dampak Covid-19,”kata Romlah yang sehari-hari berdagang sayuran. Rizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *