Pemerintah Diminta Jaga Kesetabilan Pangan Selama Ramadhan Hingga Lebaran

Uncategorized

Anggota DPRD lebak, meminta pemerintah untuk bisa mengendalikan ketersedian pangan selama bulan Ramadhan hingga jelang perayaan idul Fitri mendatang.

Permintaan tersebut, seiring dengan kondisi saat ini terdapat beberapa komodity yang mulai naik harganya.Permintaan itu datang dari Anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah. Kata Musa, jika tidak dikendalikan khawatir harga kebutuhan pokok bisa membuat masyarakat kecil menderita. Karena, dengan kondisi seperti ini (ekonomi menurun) dan diperparah dengan kenaikan harga pihaknya meyakini akan menambah derita masyarakat.“Disini pemerintah ditutut untuk berperan aktif dalam mengendalikan harga kebutuhan okok. Ya seperti operasi pasar atau yang lainnya. Intinya, kita harapkan ada intervensi serius dari pemerintah soal kenaikan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri mendatang,” kata Musa.Kepala Bidang Pedagangan Dinas Perindustrian dan Peda-gangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Dedi Setiawan memastikan stock ketersediaan bahan pangan selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri nanti. Hal tersebut, setelah pihaknya memonitoring pasokan di sejum-lah pasar di Lebak.“InsyaAllah untuk kebutuhan bahan pangan khususnya kebu-tuhan komoditas pokok aman seama bulan puasa hingga lebaran nanti,” kata Dedi.Dedi mengatakan, pihaknya juga kini terus melakukan moni-toring dan meningkatkan pen-gawasan terhadap kebutuhan stock pangan disejumlah pasar di Kabupaten Lebak.Katanya, pihaknya menaruh fokus perhatian pada pengawasan bahan kebutuhan pokok seperti beras, terigu, telur, minyak, daging dan kebutuhan lainnya.“Kita terus lakukan pemantauan ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan bahan pangan disejumlah pasar di Lebak. Moni-toring kita lakukan 2 minggu sekali,” katanya.Lebih jauh, Dedi mengungkapkan, pihaknya juga akan melakukan upaya untuk menjaga kestabilan bahan pangan, dengan cara menggelar operasi pasar murah menjelang bulan puasa dan lebaran nanti.“Kalau perkiraan kenaikan harga pasti akan ada kenaikan apalagi menjelang bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri. H itu kerap terjadi lantaran meningkatnya permintaan,”ungkapnya.Kepala Disperindag Lebak, Dedi Rahmat menambahkan, operasi pasar dilakukan nanti dengan sistem drop. Hal itu un-tuk mencegah kerumunan dari penyebaran Covid-19.“Upaya kita dalam mengantisipasi hal tersebut, yakni akan melaksanakan pasar murah di 28 kecamatan di kabupaten Lebak, dengan cara sistem droping di setiap kecamatan untuk menghindari kerumunan masyarakat disaat masa pandemi covid 19 ini,” tandasnya. Mulyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *