DPRD Pertanyakan Penggunaan Dana Penyerta Rp 15 Miliar Oleh PDAM

Uncategorized

Komisi ll DPRD lebak menggelarrapat dengar pendapat (RDP) bersama Managemen dan dewan pengawas (Dewas) PDaM tirta Multatuli di ruang rapat Bamus DPRD Lebak

Ketua Komisi ll DPRD Lebak, Dana Ukon men gatakan, RDP hari ini (Kemarin-red) meru-pakan RDP yang kedua kalinya, di RDP pertama gagal dan dipending karena pihak PDAM tidak membawa data yang dibutuhkan dalam RDP tersebut. “Kami harap di RDP ke dua ini manajemen PDAM harus membawa serta data yang dibutuhkan demi kebaikan PDAM kedepan,” kata Ukon, diawal pembukaan RDP-nya. Menurut Ukon, RDP ini merupakan dorongan langsung dari masyarakat baik yang langsung atau melalui sejumlah media. Karena, selama ini kinerja PDAM masih jauh dari harapan masyarakat dan tidak sebanding dengan anggaran penyerta yang setiap tahun selalu digelontorkan oleh pemerintah. “Selain kami ingin mempertanyakan Masalah pasokan air yang selalu tersendat, juga terhadap dana penyerta sebesar Rp 15 miliar kemana saja dialirkannya, sehingga tidak terlihat perbaikan kinerja PDAM,” ujar Ukon. Abdulrohman, anggota komisi ll menyatakan, pihaknya juga mempertanyakan kenapa PDAM sering mengalami gangguan, sehingga aliran air bersih sering tersendat dan tidak mengalir. “Apa sebenarnya terjadi, kalau memang alasan kerusakan pompa kenapa tidak saja diganti dengan yang baru, karena setahu saya setiap tahun ada anggaran penyerta untuk itu,” papar Abdulrohman. Iyang, Wakil Ketua Komisi ll DPRD Lebak juga mengatakan, pihaknya telah mencium adanya ketidak harmonisan ditubuh jnternal PDAM sendiri, sehingga ada salahsatu Kabag menguasai pekerjaan bagian Kabag lainnya. Bahkan, kata Iyang, PDAM belum pernah membeli pompa dan panel-panel yang baru, mereka hanya membeli barang bekas yang nota bene sudah menjadi rongsokan dan sudah dibuang oleh perusahaan lain, tapi oleh PDAM dibeli dan berusaha untuk diperbaiki. Makanya, pasokan air ke pelanggan selalu bermasalah. “Contohnya, peran Kabag perawatan tidak difungsikan sebagai mana mestinya dan yang kerja dan mengkafernya kerja semuanya Kabag produksi, sehingga kami mempertanyakan ada apa ini di internal PDAM,” tutur Iyang yang diamini oleh semua pejabat PDAM. Untuk itu lanjut Iyang, Pihaknya meminta usai RDP ini untuk lebih baik lagi, PDAM harus berani menandatangani fakta integritas dengan dewan. Sehingga, jika ada pegawai yang tidak berfungsi sebagai mana mestinya mundur atau dipecat. “Usai RDP ini managemen PDAM harus berubah ke arah lebih baik lagi demi masyarakat dan kami juga minta agar direktur PDAM agar bisa menjawab anggaran penyerta Rp 15 miliar digunakan untuk apa saja untuk
pertanggungjawaban managemen, ”papar Iyang. Sementara itu, Direktur utama PDAM Tirta Multatuli, Wawan Kuswanto mengaku, “Pihaknya saat ini terus melakukan pembenahan baik SDM sampai dengan masalah penganggaran. Karena, dirinya menjabat sebagai direktur belum lama menggantikan direktur yang lama Oya Masri yang mengundurkan diri sebelum masa jabatannya habis”. Terkait anggaran penyerta khususnya Tahuan 2020 sebesar Rp 15 miliar menurut laporan yang diterima dana tersebut diperuntukan untuk perbaikan sejumlah pompa rusak yang tersebar disejumlah titik di kecamatan. “Pada intinya kami siap menandatangani fakta integritas untuk kebaikan dan kemajuan PDAM,” ucap Wawan. l Fad

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *