Pelaksanaan Pilkades Serentak Dievaluasi Pemkab

Uncategorized

Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang akan dilaksanakan 26 September 2021, kini sedang dievaluasi Pemkab.

Bahkkan, bila kondisi pandemi korona di Lebak semakin mem bahayakan, serta kasus yang terkonfirmasi covid-19 semakin meningkat tajam, maka bukan tidak mungkin pemkab menunda pelaksanaan pilkades serentaknya. Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Pemkab Lebak, Alkadri membenarkan, bila Pemkab sedang mengevaluasi rencana pelaksanaan pilkades serentak, hingga dua pekan kedepan. Apabila kasus covid-19 terus mengalami peningkatan, serta Lebak meningkat statusnya menjadi zona merah, maka pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke Bupati Iti Octavia Jayabaya untuk menindaklanjutinya. “Mulai hari ini (kemarin), rencana pilkades serentak mulai dievaluasi, karena kami menilai, kasus pandemi Covid-19 saat ini semakin beresiko terhadap penularannya,”ujar Alkadri,
kemarin. Ketika ditanya, apakah mungkin, pilkades serentak di Lebak bisa ditunda, menurut Alkadri bisa saja, apabila kasus yang terkonfirmasi covid-19nya meningkat pesat, serta Lebak naik status ke zona merah. “Namun demikian, kami berharap, agar kasus covid-19 di Lebak mengalami penurunan, sehingga pilkades serentak yang telah ditetapkan di 26 September tahun ini, tetap bisa dilakukan,”harap Alkadri. Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lebak, Babay Imroni mengatakan, menuju 26 September 2021 masih terbilah
cukup lama, sehingga pihaknya berharap, evaluasi hingga dua pekan kedepan tidak mengalami peningkatan kasus covid-19. “kami harap, seluruh ma syarakat di Lebak, harus teryus berupaya memperhatikan protokol kesehatan, sehingga setiap pekan kasus yang terkonfirmasianya menurun. Apabila yang terkonfirmasi covid-19 semakin menjurun, maka dipastikan pelaksanaan pilkades serentak akan tetap berjalan sesusi jadwal,”kata Babay. Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Lebak, Enden Mahyudin mengatakan, bila hasil evaluasi, terdapat peningkatan kasus
covid-19, serta pandemi corona di Lebak, terbilang sangat beresiko terhadap penularannya, maka selayaknya, pilkades diundur sementara. Namun, apabila kasus yang terkonfirmasi covid- 19 nya menurun drastis, maka pilkades serentak harus tetap berjalan sesuai jadwal. “Dalam aturannyapun sudah jelas, pada saat pemilihannya nanti, maka masyarakat yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) harus mengikuti aturan prokes. Bahkan, panitia dimasing-masing TPS pun harus menyediakan saranaprasarana prokes,”ujar Enden Mahyudin. l Hudaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *