Dewan Apresiasi, Petugas Pelayanan Vaksin di Aspol Tolak Puluhan WNA

Uncategorized

Sedikitnya 26 warga negara asing (WNA) asal tiongkok yang diduga bekerja di Jakarta dan tangerang, ditolak pihak pelayanan pemberia vaksin sinovac di asrama Polisi (aspol) Rangkasbitung.

Penolakan tersebut sangat beralasan, karena untuk pengisian formulir bagi mereka yang dipaksin, wajib menuliskan nomopr induk kependudukan (NIK) yang tertera dalam kartu tanda penduduk elektronik (KTPE) Bahktiar, pegawai dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak yang diperbantukan sebagai tenaga pelayanan pemberiam vaksin di Aspol Rangkasbitung mengatakan, pada Senin (28/6), sekitar 20 orang WNA asal Tiongkok datang dan meminta untuk divaksin. Namun, karena mereka tidak bisa menunjukan KTP, namun hanya menunjukan pasportnya, maka ditolak pihaknya. Dihari berikutnya, Selasa (29/6), sekitar lima hingga tujuh WNA yang berbeda, asal Tiongkok, kembali datang ke Aspol untuk meminta divaksin, serta kembali ditolak pihaknya. “Sejumlah WNA asal Tiongkok yang datang pada hari ini (kemarin), kembali kami tolak karena mereka hanya bisa menujukan passport. Padahal untuk syarat bisa divaksin, maka harus memperlihatkan KTP, sekaligus mengisi NIK yang tertera dalam kolom di formulir yang ada pada kami,”ujar Bahtiar, kemarin. Ketika ditanya, berasal dari mana WNA asal Tiongkok tersebut, menurut Bahtiar diduga tenaga kerja asing (TKA) diberbagai perusahaan swasta di Jakarta, serta Tangerang. “Saya tidak tahu pasti mereka bekerja dimana, yang pasti mobil yang mereka kendarai bernomor polisi Jakarta dan Tangerang,”terangnya. Terpisah, juru bicara satuan gugus tugas penanganan covid-19 Kabupaten Lebak, dr Firman Rahmatullah yang dihubungi melalui telepon genggamnya, membanarkan bila pelayanan vaksin di Aspol Rangkasbitung, telah melakukan penolakan pemberian vaksin terhadap puluhan WNA asal Tiongkok. “Kami harus mengikuti aturan, dimana dalam formulir isian bagi mereka yang akan divaksin wajib mengisi kolom NIK. Untuk itu, bagi WNA Tiongkok yang hanya bisa menunjukan pasport tentu dengan segala hormat, terpaksa kami tolak,” kata dr Firman. Ketua Komisi III DPRD
Lebak, Yayan Ridwan mengatakan, perusahaan swasta yang menggunakan TKA, sebenarnya sudah diperintahkan oleh pemerintah pusat untuk melaksanakan pemberian vaksin diinternal perusahaan. Namun, karena ada perusahaan yang melanggar, maka tidak heran banyak TKA yang datang ke Rangkasbitung untuk meminta divaksin.
“Untungnya petugas pelayanan pemberian vaksin masa di Lebak, siigap dan penuh ketelitiaan, sehingga TKA asal Tiongkok yang akan meminya divaksin akhirnya ditolak oleh petugas di Aspol Rangkasbitung,”kata Yayan Ridwan.
“Kami harus mengikuti aturan, dimana dalam formulir isian bagi mereka yang akan divaksin wajib mengisi kolom NiK. untuk itu, bagi WNA Tiongkok yang hanya bisa menunjukan pasport tentu dengan segala hormat, terpaksa kami tolak,”

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *