Calon Pencari Kerja Membludak

Press Release
SETELAH libur hari raya Idul Fitri, jumlah calon pencari atau pelamar kerja yang membuat kartu kuning ke Dinas Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Lebak, memudak. Berdasarkan data yang diterima Banten Raya dari dinas tersebut, jumlah calon pencari kerja yang membuat kartu kuning sejak tanggal 21 hingga 29 Juni 2018, jumlahnya sebanyak 1.347.000 orang.
Kepala Disnakertrans Lebak, Maman SP membenarkan pasca libur hari raya idul fitri, masyarakat yang membuat kartu kuning sebagai persyaratan untuk melamar kerja sangat membludak. Dari data para pemohon kartu kuning sebanyak 1.347.000 orang tersebut, 80 persennya lulusan SMA dan SMK. Sedangkan sisanya sebanyak 10 persen, adalah sarjana strata satu dan lulusan SLTP.
“seperti ditahun sebelumnya, sesudah leberan jumlah pencari kerja yang membuat kartu kuning, pasti membludak. Apalagi sekarang ini, banyak pelajar yang baru lulus dari SMS dan SMK, sehingga tidak heran banyak yang berminat mencari pekerjaan,”ujar Maman SP.
Ditambahkannya, untuk mempernudah sekaligus mempercepat pelayanan pembuatan kartu kuning, maka setiap Sabtu para staf bagian pelayanan kartu kuning dikantornya tetap melakukan pelayanan seperti biasa.
“bagi masyarakat pencari kerja yang akan membuat kartu kuning bisa datang ke kantor kami pada Sabtu,”katanya.
Kepala Seksi Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Lebak, Dian Duriatna mengatakan, dari 1.347.000 orang pembuat kartu kuning, seluruhnya akan mencari pekerjaan di perusahaan swasta.
“kami berharap seluruh pembuat kartu kuning segera menfapatkan pekerjaan yang layak,”harap Dian Duriatna.
Acep Yahya, anggota Fraksi PDIP DPRD Lebak mengatakan, karena di Lebak saat ini banyak perusahaan industri dan perdagangan milik swasta, maka keberadaanya bisa membuka lowongan kerja bagi masyarakat Lebak yang saat ini telah membuat kartu kuning si Disnakerntrans Lebak.
“saya inginkan, perusahaan di Lebak memiliki perhatian besar untuk merekrut tenaga kerja lokal,”ujar Acep Yahya.(meidana)
Harga Daging Sapi dan Kerbau Mulai Turun
 Harga daging sapi dan kerbau yang sebelumnya masih seharga Rp 130.000 perkilogram, kemarin serentak seluruh pedagangnya menurunkan harga menjadi Rp 120.000 perkilogram. Berdasarkan pantauan Banten Raya kepada beberapa pedagangnya di Pasar Rangkasbitung mengatakan, sejak dua hari belekangan ini permintaan pasar terhadap daging sapi maupun kerbau mulai menurun drastis. Maka dari itu, agar kedua jenis daging tersbut laku dijual, maka kini harganya diturunkan menjadi Rp 120.000 perkilogram.
“hari ini (kemarin), saya dan para pedagang lainnya sudah menurunkan harga, karena kalau masih tinggi, khawatir tidak laku, lalu daging malah membusuk,”ujar Herman, pedagang daging kerbau.
Suheri, pedagang daging sapi menambahkan, sejak beberapa hari lalu, para pembeli saging sapi mulai sepi. Bahkan karena selalu ada daging yang tersisa, maka dari pada busuk lalu tidak terjual maka harganyapun terpaksa diturunkan
¬†“mulai hari ini dan seterusnya maka harga daging sapi di Pasar Rangkasbitung harganya merata sebesar seratus dua puluh ribu rupiah perkilogram. Terkecuali menghadapi hari-hari besar Islam seperti Idul Adha, mungkin harganya akan naik lagi,”kata Suheri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Dedi Rahmat mengatakan dari hasil pemantauan pihaknya ke Pasar Rangkasbitung, kini harga daging sapi maupun daging kerbau mulai turun.
“tadi pagi saya telah memerintahkan staf untuk memantau langsung ke Pasar Rangkasbitung. Hasilnya, harga daging sapi maupun kerbau, hari ini (kemarin) turun,”terang Dedi Rahmat.
Pipit Chandra Anggota Fraksi Golkar DPRD Lebak mengatakan setelah daging sapi dan kerbau dan sebagian besar sembilan bahan pokok yang diperjualbelikan di pasar mengalami penurunan harga, semoga tidak memberatkan beban masyarakat khususnya masayarakat ekonomi menengah kebawah.
“kami sangat bersyukur setelah mendengar informasi bahwa sebagian besar kebutuhan masyarakat, harganya mulai turun,”kata Pipit Chandra.[meidana]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *