Dewan Apresiasi Ada Jalur Tol Lewat Rangkasbitung

Berita Dewan Berita Media
Please follow and like us:
0

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak memberikan apresiasi penuh terwujudnya pembangunan jalan Tol yang melawati wilayah Kabupaten Lebak, yang rencana pembangunan dimulai dari jalur Tol Ciruas sampai Panimbang melewati Kabupaten Lebak.

Saat ini Jalur Tol tersebut sudah dimulai di Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak Lebak yang merupakan ruas salah satu jalan keluar dan masuk dari arah Ciruas maupun arah Panimbang, dimana jalur tersebut merupakan jalur strategis untuk daerah industri. “ Walaupun dalam pelaksanaan ruas jalur Tol tersebut tidak memberitahukan kepada anggota DPRD Lebak sebelum dimulai pelaksanaan, tetapi anggota dewan tetap memberikan apresiasi terwujudnya percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Lebak. Kami mendukung wilayah Kabupaten Lebak dilewati Jalur jalan Tol Ciruas- Panimbang, karena nantinya akan membuka akses jalan baru melewati wilayah Lebak dan Pandeglang,”ungkap H. Maman Sudirman,S.sos dari Fraksi PPP, pekan lalu.

Lebih lanjut ia menambahkan, keberadaan jalur jalan Tol tersebut nantinya akan membuka jalur perekonomian baru di daerah Lebak, dan diharapkan akan membawa pertumbuhan perekonomian di sektor lain. Terutama di wilayah simpang tempat keluar masuk jalur Tol, disini akan tumbuh pelaku ekonomi baru di setiap jalur simpang keluar masuk jalur menuju jalan Tol. Dikatakannya, para pelaku usaha sudah banyak yang melirik Kabupaten Lebak sebagai daerah pengembangan destinasi pariwisata untuk kedepannya, terlebih jalur jalan Tol tersebut diantisipasi untuk pengembangan pariwisata di Banten selatan. Karena wilayah Lebak dan Pandeglang yang dilewati jalur jalan Tol merupakan kawasan pengembangan wisata pantai dan wisata Budaya, yang sudah merupakan program Pemerintah Pusat dalam pengembangan destinasi wisata.

“Pihaknya berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak sudah bersiap-siap mengantisipasi keberadaan jalur jalan Tol yang melewati wilayah Lebak, terutama daerah yang dijadikan simpang susun tempat keluar dan masuk jalan Tol. Ini harus ada perhatian kusus dari Pemerintah Daerah untuk membuat program kebijakan, baik yang bersifat permanen dalam artian penyusunan dari Rencana Umum dan Tata Ruang (RUTR) yang terkena dampak jalur jalan Tol.

Sementara itu, Ahmad Sukry General Manajer PT. Loardin Bauing sebagai pelaksana kegiatan proyek Tol Serang-Panimbang mengatakan, untuk kegiatan pelaksanaan sudah berjalan beberapa bulan lalu, sudah sesuai dengan rencana tahapan dari perencanaan pelaksanaan kegiatan. “Terkait tenaga kerja, pihak perusahaan sudah mempekerjakan tenaga lokal yang bersal dari Kampung Pasir Gendok, Desa Bojong Leles dan Kampung Umbulan dan Pasir Waru, Desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak. Dan kami selalu memprioritaskan untuk tenaga kerja berasal dari daerah setempat, agar warga setempat bisa menikmati pembangunan proyak jalan Tol yang lagi dilaksanakan,”ujarnya.

(reza faski)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *