Dewan Apresiasi Peningkatan Pipilan Jagong Kering

Berita Dewan Berita Media
Please follow and like us:
0

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, mengapresiasi produksi pipilan jagung kering yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Terlihat dan sudah dirasakan produksi jagung pipilan kering sebelum tahun 2017 rata –rata hanya sekitar 1.300 ton per tahun dengan produktivitas 2,8 ton pipilan kering, pada tahun 2017mengalami peningkatan menjadi 12.227 ton pipilan kering. Dan pada tahun 2018  roduksi 27.088 ton jagung pipilan kering.

Wakil I DPRD Lebak. HM Yogi Rochamt mengatakan, peningkatan produksi pipilan jagung kering ini terlepas dari adanya bantuan dari pemerintah pusat dalam upaya pengembangan jagung di Kabupaten Lebak, salah satunya melalui kegiatan pilot project pengembangan jagung hibrida berbasis koorporasi.”Saya pribadi sangat mengapresiasi program tersebut, dan dampaknya kini mulai dirasakan. Sebab tiap tahunnya produksi pipilan jagung kering terus mengalami peningkatan,”kata Yogi.

Menurutnya, program yang dirasa cukup bagu tersebut dampaknya akan terus dirasakan masyarakat dalam meningkatkan roda perekonomian. Dengan program pengembangan jagung hibrida berbasis koorporasi ini, setidaknya membuka lapangan pekerjaan bagi petani untuk terus meningkatkan kemampuannya dibidang pertanian.”Responnya cukup bagus, dari tahun 2017 sampai 2019 ini terus mengalami peningkatan.

Dengan kondisi terus seperti ini pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan terus membaik,”tandasnya.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengakatan, produksi jagung pipilan kering di Kabupaten Lebak yang terus mengalami peningkatan dalam produksinya yang tidak terlepas dari adanya bantuan dari pemerintah pusat dalam upaya pengembangan jagung ini, salah satunya melalui kegiatan pilot project pengembangan jagung hibrida berbasis koorporasi.”Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Menteri Pertanian atas semua bantuan kepada Kabupaten Lebak khususnya dalam rangka pengembangan jagung.

Penghargaan yang tinggi kepada semua pihak juga ucapan terima kasih dan yang terlibat serta mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan pengembangan jagung hibrida berbasis koorporasi di Kabupaten Lebak, Sehingga pada hari ini kita dapat memanen hasilnya,”ungkap Iti.

Dijelaskan Iti, selama ini kenapa budidaya jagung di Kabupaten Lebak belum dianggap sebagai komoditas utama yang menguntungkan bagi para petani di Lebak, hal tersebut disebabkan oleh tingkat produktivitas masih rendah baru mencapai 34 ton per hektar dimana rendahnya produktivitas jagung disebabkan kemampuan ekonomi petani untuk menyiapkan sarana produksi terutama pupuk masih rendah, terbatasnya alat dan mesin pasca panen, kesulitan para petani jagung dalam menjual hasil taninya, tingginya budaya panen muda jagung, dan harga jagung di tingkat petani relatif rendah.”Alhamdulillah, pemerintah pusat hadir untuk mengatasi permasalahan tersebut, melalui konsep pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani,”ujarnya.

Lanjut Bupati Iti, dimana diharapkan akan membuat industri pertanian lebih baik dan terorganisasi bagi para petani yang tergabung di dalam korporasi itu. Nantinya tidak hanya berkutat dengan proses produksi, tetapi juga akan memegang proses pengolahan pengepakan, bahkan pemasaran sehingga dengan proses seperti ini, diharapkan pendapatan petani akan meningkatkan kesejahteraan.”Saya meminta kepada seluruh petani atau kelompok tani dan para petugas pertanian, agar kegiatan panen raya jagung hibrida ini dapat menjadi inspirasi keberhasilan untuk pengembangan jagung di kecamatannya masing-masing.

Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I yang mewakili Menteri Pertanian RI, Ketut Diarmita mengatakan mengapresiasi atas keberhasilan panen raya di Kabupaten Lebak yang menajdi pilot project pengembangan budi daya jagung hibrida berbasis koorpirasi dari Kementerian Pertanian.”Dengan melihat potensi yang ada dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan pihaknya akan mendukung penuh untuk pengembangan dari jagung hibrida serta ternak Kerbau yang merupakan komoditas unggulan di Wilayah Kabupaten Lebak,” pungkasnya.(mulyana)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *