DPRD Desak Gubernur Cabut Ijin Pertambangan Pasir di Citeras

Berita Dewan Berita Media Opini Dan Artikel
Please follow and like us:
0

Sebab, keberadaannya sudah sudah tidak relevan lagi bagi lingkungan sekitar. Abdul Rohman, Anggota DPRD Lebak dari Fraksi PKS mengatakan, selain keberadaan Galian C di Kecamatan Rangkasbitung sudah tidak relevan lagi, keberadaan tambang pasir yang lebih lima lokasi tersebut mayoritas aktivitas pertambangannya diluar koordinat yang telah ditentukan. “Hampir semua pertambangan di Citeras diluar koordinat dan itu sebetulnya sangat fatal karena sudah menyalahi dokumen perijinan, kami meyakini Dinas ESDM Banten bukannya tidak tahu tekait ini,” ungkap Abdul Rohman, saat ditemui di ruang kerjanya. Menurutnya, dokumen pertambangan di Citeras banyak yang menyalahi aturan, mulai dari dokumen UKL UPL, domumen pengolahan atau produksi sampai dengan uang jaminan dana reklamasi paska tambang.

“Dana jaminan paska tambang tidak jelas, apakah perusahaan memenuhi kewajibannya atau mungkin ada oknum yang menyalahgunakan. Karena dana jaminan reklamasi wajib hukumnya bagi pengusaha tambang, bahkan sebelum mereka mengantongi ijin dana tersebut harus sudah ada dan dititipkan ke Bank yang ditunjuk,” terangnya.

Budi Harto, Warga Citeras mengaku, keberadaan Tambang pasir di desanya saat ini masih beraktivitas. Padahal, bupati melalui perda telah menyetop dan tidak lagi memberikan ijin Pertambangan di Kecamatan Rangkasbitung sejak awal tahun 2019. “Tapi nyatanya hingga hari ini galian C masih beraktivitas seperti biasa,” tutur Budi. Dikatakan Budi, pihaknya sepakat dengan DPRD Lebak agar pemerintah Provinsi Banten mengkaji ulang perijinan tambang pasir di Citeras yang hanya memberikan dampak negatif saja bagi warga dan lingkungan sekitar. “Kami tidak merasakan manfaat dengan keberadaan pertambangan pasir dilingkungan kami, yang ada saat ini ekosistem dilingkungan kami rusak,” ucap Budi. | Fadil

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *