Tarmizi Piawai Tangani Kasus Tanah

Uncategorized
Please follow and like us:
0

Tarmizi Bursa, SH.S.Sos MH yang baru satu setengah tahun menduduki jabatan sebagai Kepala Seksi Penanganan Masalah Pengendalian Pertanahan Kabupaten Lebak,sudah banyak membawa perubahan dalam pengelesaian sengketa tanah yang terjadi di wilayah Kabupaten Lebak. Banten.

Selama melaksanakan tugas sudah ada eman permasalahan sengketa tanah yang sudah diselesaikan dengan sisitim mediasi, yang dilaporkan ke bagian sengketa seluruhnya bisa diselesaikan dengan baik tanpa merugikan kedua belah pihak.Dan selalu menggunakan pendekatan terlebih dahulu terhadap kedua belah pihak,baik terhadap pelapor maupun terhadap yang dilaporkan.

“ Banyak pengelesaian masalah sengketa pertanahan dilakukan di tingkat bawah,artinya ke dua belah pihak dipertemukan lebih dahulu untuk melakukan perdamaian sebelum melangkah ketahap berikutnya.Kalau ada permasalahan sengketa, pihaknya selalu mensosialisasikan masalah kepada kedua belah pihak agar masing-masing tidak saling menyalahkan dalam penyelesaikan suatu sengketa,”kata Tarmizi beberpa hari lalu.

Di tambahkannya, dalam mengelesaikan permasalahan tanah selama menjabat di Kabupaten Lebak selalu menggunakan pendekatan terlebih dahulu,dan menerangkan kepada kedua belah pihak mengenai status tanah maupun status kepemilikan yang syah secara hukum.

Dan kita sarankan bagi kedua belah pihak untuk berdamai terlebih dahulu setelah masing-masing tau permasalahannya,apabila tidak ada kesepakatan melalui mediasi secara terbuka dan tranparan yang dilakukan kedua belah pihak baru kita sarankan pengelesaian melalui pengadilan. Sementara itu ditempat terpisah, H.Didin salah seorang warga Lebak yang telah mengajukan sengketa tanah di Kantor Pertanahan dan Tata Ruang Agraria Kabupaten Lebak mengatakan,pihaknya sudah mengajukan permasalahan ini sejak tahun 2014 sampai dengan

2017 belum ada pengelesainya, tetapi dengan ada paradigma baru di Kantor Badan Pertanahan semua pengaduan dari masyarakat dengan membawa bukti yang lengkap cepat ditanggapi.

“Faktanya pengaduan ulang yang dilaporkan sudah ada titik terang penyelesaian sejak tahun

2018 lalu melalui mediasi, alhamdulilah semua pihak yang terlibat sengketa tidak ada yang dirugikan dan saling menerima hasil mediasa yang digagas oleh bagian sengketa di BPN Lebak.

Saat ini sudah ada tiga sertifikat dalam tingkat penyelesaian sudah final, hanya tinggal menunggu pengantian sertifikat yang baru,”ungkap H. Didin. Engkos wa rga Cileles menambahkan,pihaknya berterima kasih Kepada Badan Pertanahan Lebak telah mengelesaikan sengketa tanah di Muncang Kopong,Kecamatan Cileles dengan cara mediasi yang dilakukan pihak BPN, ada enam sertifikat yang tadinya tidak jelas penguasaannya. Setelah campur tangan pihak BPN penguasaan lahan kembali ke yang berhak, dengan mediasi tidak ada masyarakat yang dirugikan dalam pengelesaian sengketa ini. (Reza)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *