Wilayah Terpencil Di Lebak Butuh Gurdasus

Berita Dewan Opini Dan Artikel
Please follow and like us:
0

Pemerintah Republik Indonesia didesak segera merevisi kriteria penerimaan tunjangan Guru Daerah Khusus (Gurdasus) menyusul adanya Silva anggaran Gurdasus tahun 2017 sebesar Rp 2 Milyar lebih.

Ketua Komisi III DPRD kabupaten Lebak Rudi Kurniawan mengatakan, pada tahun 2017 lalu anggaran APBN untuk Gurdasus menyisakan anggaran hingga Rp 2 Miliar lantaran minimnya jumlah Guru disekolah khusus yang ditempatkan didaerah terpencil atau daerah tertinggal. “Bukan hanya pemerintah pusat, Pemkab juga harus segera merevisi tata letak Gurdasus agar anggaran terserap seutuhnya,” kata Rudi.

Lanjutnya, persoalan sebenarnya bukan kepada anggaran, akan tetapi beberapa sekolah yang berada di wilayah terpinggir di Lebak sangat membutuhkan tenaga pengajar Gurdasus. “Kami akan terus dorong agar kuota gurdasus di Lebak terpenuhi sesuai kebutuhan wilayah,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengaku, telah berupaya mendesak pemerintah pusat untuk merevisi kriteria Gurdasus lantaran kondisi penerimaan Gurdasus terus berkurang. “Kita sudah diskusi dengan DPRD, bahkan Bupati melayangkan surat ke Pemerintah pusat tapi tidak ada jawaban,”kilahnya.

Saat ini kata Wawan, pola penerimaan Gurdasus berdasarkan data dari Kementerian PDT, sehingga berpatokan pada lokasi desa yang tertinggal. “Padahal yang tau lokasi itu Pemerintah Daerah, saya berharap untuk persoalan kriteria penerimaan ini Kementerian mau menyerahkan tekhnisnya ke Pemkab,” pungkasnya.

(FAD)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *